Indosat Indosat Indosat

Kabar Baik: Seluruh Titik Banjir di Jaksel Telah Surut Semalaman

Kabar Baik: Seluruh Titik Banjir di Jaksel Telah Surut Semalaman

Indosat

Banjir Jaksel Surut, Kolaborasi Jadi Kunci Atasi Genangan Semalaman

Jakarta Selatan 24 Jam– Kabar menggembirakan datang dari Jakarta Selatan. Setelah semalaman digenangi air akibat hujan deras, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh titik banjir di wilayah tersebut telah surut pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB. Kepastian ini menjadi penanda berakhirnya masa siaga bagi warga dan petugas yang telah berjibaku menghadapi luapan air.

Dari Siaga ke Surut: Kronologi Penanganan Banjir

Insiden banjir pada Rabu sore itu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Curah hujan yang tinggi ini langsung berdampak pada kenaikan muka air di sejumlah pos pengamatan sungai. Berdasarkan data BPBD, berikut kronologi penetapan status siaga:

Indosat
  • Pukul 17.00 WIB: Pos Pesanggrahan, Pos Angke Hulu, dan Pintu Air Pulo Gadung meningkat statusnya menjadi Waspada/Siaga 3.

  • Pukul 18.00 WIB: Pintu Air Karet menyusul mencatatkan status Waspada/Siaga 3.

BPBD: Seluruh Banjir Rob di Jakut Telah Surut Pagi Ini

Baca Juga: Suasana Haru dan Semangat Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Jaksel

Status Siaga 3 ini menandakan ketinggian air telah mencapai level yang berpotensi menyebabkan banjir. Peringatan ini terbukti. Data BPBD mencatat setidaknya 35 Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan terendam banjir. Situasi diperparah dengan meluapnya Kali Krukut hingga ke Kali Mampang, menyebabkan genangan di sejumlah titik, dengan wilayah Kelurahan Petogogan (26 RT) dan Kelurahan Pela Mampang (9 RT) menjadi yang paling terdampak.

Kolaborasi Cepat: Pemerintah dan Masyarakat Bersinergi

Keberhasilan penanganan banjir yang membuat genangan surut dalam hitungan jam tidak lepas dari upaya kolaboratif yang masif. Yohan, perwakilan BPBD, menjelaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun tangan secara serentak.

“Banjir surut berkat upaya kolaboratif yang dilakukan OPD terkait seperti BPBD, Dinas SDA, Dinas Gulkarmat, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, dan PPSU Kelurahan,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis resmi.

Personel dari berbagai dinas tersebut dikerahkan dengan membawa peralatan pendukung, seperti pompa mobile, untuk menyedot genangan air. Selain itu, tim juga memastikan bahwa tali-tali air dan saluran drainase berfungsi dengan optimal sehingga air dapat mengalir dengan lancar.

Yang tak kalah penting adalah peran serta masyarakat. Dalam penanganan kali ini, unsur warga dilibatkan secara aktif.

“Peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini seperti pihak RT/RW, FKDM (Forum Komunikasi Direktorat Mitigasi), dan tokoh masyarakat lainnya,” tambah Yohan.

Kolaborasi segitiga antara pemerintah, petugas teknis, dan masyarakat inilah yang menjadi kunci kesigapan penanganan. Kerja sama ini memungkinkan proses pemantauan, evakuasi jika diperlukan, dan normalisasi berjalan lebih efisien.

Indosat