Indosat Indosat Indosat

Kolaborasi Sukses, Adapundi dan Bank DBS Indonesia Perpanjang Kerja Sama Kredit untuk Percepat Inklusi Keuangan

Kolaborasi Sukses, Adapundi dan Bank DBS Indonesia Perpanjang Kerja Sama Kredit untuk Percepat Inklusi Keuangan

Indosat

Adapundi dan Bank DBS Indonesia Lanjutkan Kerja Sama Strategis untuk Akselerasi Inklusi Keuangan

Jakarta Selatan 24 Jam– Kolaborasi antara dunia teknologi finansial (fintech) dan perbankan konvensional kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak utama inklusi keuangan di Indonesia. PT Info Tekno Siaga (Adapundi), perusahaan fintech lending terkemuka, dan Bank DBS Indonesia secara resmi mengumumkan perluasan dan kelanjutan kerja sama strategis mereka dalam penyaluran kredit (loan channeling). Pengumuman ini bukan hanya sekadar perpanjangan kontrak, melainkan sebuah penegasan komitmen kedua belah pihak untuk memperdalam dampak positif mereka dalam memperluas akses pendanaan bagi masyarakat luas.

Kerja sama yang telah berjalan sejak Februari 2024 ini kini memasuki fase kedua. Pada fase pertama, pendanaan yang disalurkan oleh Bank DBS Indonesia telah menjadi tulang punggung bagi Adapundi dalam memenuhi kebutuhan pendanaan bagi hampir 30 juta penggunanya. Keberhasilan inilah yang menjadi fondasi kokoh untuk melanjutkan dan memperluas kolaborasi ini ke skala yang lebih besar.

Indosat

Penandatanganan Sejarah dan Komitmen Bersama

Momen penting ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Achmad Indrawan, Direktur Adapundi, dan Willy Lawy, Head of Ecosystem & Digital Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia. Achmad Indrawan dalam pernyataannya menekankan nilai kemitraan ini.

“Bank DBS Indonesia telah menjadi mitra penting bagi Adapundi. Bersama dengan kerjasama dan dukungan solid dari Bank DBS Indonesia, Adapundi dapat berkembang dalam memperluas penyaluran pendanaan kepada seluruh Masyarakat,” ujarnya.

Adapundi dan Bank DBS Indonesia Lanjutkan Kerja Sama Strategis untuk Akselerasi Inklusi Keuangan - NTTONLINE

Baca Juga: Fakta Terbaru, Terapis Tewas di Pejaten Pasar Minggu Jaksel Pakai Identitas Palsu saat Melamar Kerja

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa sinergi antara kekuatan teknologi digital Adapundi dan stabilitas permodalan serta kepercayaan dari institusi perbankan kelas global seperti DBS merupakan resep ampuh untuk menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih kuat, andal, dan inklusif.

Konteks Pasar: Potensi Besar dan Regulasi yang Mematang

Perluasan kerja sama ini datang pada waktu yang tepat, didorong oleh momentum positif dalam industri keuangan digital Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2025 mencatat bahwa outstanding pembiayaan industri peer-to-peer lending (P2P) melonjak 25,06% secara tahunan (year-on-year). Angka ini adalah bukti nyata dari semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pendanaan yang cepat, mudah, dan dapat diakses kapan saja.

Di sisi lain, industri ini juga sedang beradaptasi dengan regulasi terbaru OJK yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2025. Regulasi ini menyesuaikan batas maksimal bunga harian pinjaman online. Untuk tenor di bawah enam bulan, bunga maksimal dibatasi sebesar 0,3% per hari, sementara untuk tenor di atas enam bulan, bunga mengalami penurunan menjadi 0,2% per hari dari sebelumnya 0,3%.

Kebijakan ini, meski menantang dari sisi bisnis, justru menjadi momentum penting untuk mendorong industri agar lebih sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Perusahaan fintech yang mampu beradaptasi dengan regulasi ini, didukung oleh mitra perbankan yang kuat, akan unggul dalam persaingan dan dipercaya oleh masyarakat.

Indosat