Titik Nadir Keamanan Hijau Jakarta: 5.000 Pohon Tua Berisiko, Satu Nyawa Melayang
Jakarta Selatan 24 Jam– Jakarta baru saja diguncang oleh sebuah tragedi yang seharusnya bisa diantisipasi. Di tengah terik Minggu (26/10/2025) yang tenang, sebuah pohon tumbang di kawasan elit Pondok Indah merenggut nyawa seorang pengendara mobil Lexus. Korban bukanlah orang tak dikenal. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan wajah berduka, mengaku mengenal almarhum secara pribadi. Insiden ini bukan sekadar kecelakaan alam biasa, melainkan sebuah tanda bahaya besar yang lama terabaikan: ada sekitar 5.000 pohon di Ibu Kota yang telah memasuki fase “usia senja” dan berisiko tinggi untuk tumbang.
Sebuah Tragedi yang Menjadi Pemicu
Pada pukul 13.59 WIB, Jalan Metro Pondok Indah yang biasanya ramai oleh mobil-mobil mewah, tiba-tiba menjadi saksi bisu sebuah bencana. Sebatang pohon besar, yang mungkin telah berdiri puluhan tahun menyaksikan Jakarta bertransformasi, roboh dan menimpa sebuah Lexus. Upaya penyelamatan yang dilakukan tim gabungan terlalu lambat untuk menyelamatkan nyawa sang pengemudi, seorang pria berusia sekitar 50 tahun yang kemudian dinyatakan meninggal di RS Pondok Indah.
Kejadian ini dengan cepat memicu dua gelombang reaksi: duka yang mendalam dan amarah yang tertahan. Bagaimana bisa, di jantung kota metropolitan, nyawa seseorang direnggut oleh elemen kota yang seharusnya memberinya kehidupan—sebuah pohon?
Baca Juga: Kiosnya Terbakar, Ibu Ini Histeris dan Paksa Masuk ke Pasar Taman Puring
5.000 Pohon Tua: Raksasa yang Rentan di Tengah Kota
Angka 5.000 bukanlah angka kecil. Ia merepresentasikan sebuah populasi raksasa yang rapuh, tersebar di berbagai sudut kota. Pohon-pohon ini, yang didominasi jenis seperti Angsana, Mahoni, dan Beringin, adalah saksi bisu sejarah Jakarta. Mereka telah menyediakan oksigen, peneduh, dan penyerap polusi selama puluhan tahun. Namun, seperti halnya makhluk hidup, mereka pun menua.
Apa yang membuat pohon tua menjadi rawan?
-
Kerusakan Struktural Internal: Akar yang membusuk akibat genangan air, penyakit kayu, atau serangan rayap dapat melemahkan fondasi pohon secara drastis. Secara eksternal, pohon mungkin terlihat kokoh, tetapi bagian dalamnya sudah keropos.
-
Pertumbuhan Kanopi yang Tidak Seimbang: Daun dan dahan yang terlalu lebat di satu sisi membuat pohon menjadi tidak seimbang, terutama ketika diterpa angin kencang atau hujan deras.
-
Tekanan Lingkungan Perkotaan: Ruang untuk akar yang sempit akibat trotoar dan betonisasi, polusi udara dan tanah, serta kerusakan fisik dari aktivitas konstruksi di sekitarnya, mempercepat proses penuaan dan pelemahan pohon.
-
Beban Eksternal: Iklan, lampu jalan, atau kabel yang dipasang pada pohon menambah beban dan dapat merusak integritas strukturalnya.
Kombinasi faktor-faktor inilah yang mengubah peneduh yang menyejukkan menjadi ancaman yang mengintai.












